Santri Sabilurrosyad Digembleng Ala TNI, MABNA Cetak Generasi Disiplin dan Cinta Tanah Air

Vos Media

CIAMIS, VOS Media — Suasana Gedung Madrasah Aliyah Sabilurrosyad di Dayeuhluhur, Ciamis, mendadak berubah layaknya lapangan pelatihan militer. Ratusan santri MTs dan MA berbaris rapi, mengikuti setiap aba-aba dengan penuh semangat. Bukan tanpa alasan, mereka tengah menjalani program tahunan Madrasah Bela Negara (MABNA) yang sudah menjadi tradisi khas Pondok Modern Sabilurrosyad selama lebih dari sepuluh tahun.

Program dua hari ini digelar sebagai wujud nyata pendidikan karakter yang tak melulu soal teori di kelas. Kali ini, Koramil Kawali turun langsung menjadi pelatih, menghadirkan pengalaman belajar yang beda dari biasanya bagi para santri.

Danramil Kawali beserta jajaran anggotanya hadir sejak apel pembukaan yang dipimpin oleh Direktur Pendidikan Yayasan Pendidikan Sabilurrosyad. Dalam sambutannya, sang direktur menegaskan bahwa bela negara itu bukan cuma soal fisik yang kuat, tapi juga soal mental disiplin, rasa tanggung jawab, dan semangat belajar tanpa henti.

Pimpinan Pondok Pesantren Sabilurrosyad turut memberi sambutan, menyoroti pentingnya kolaborasi antara pesantren, madrasah, dan pembinaan karakter agar berjalan seiring sejalan. Sementara itu, Danramil Kawali menitipkan pesan motivasi khusus untuk para santri: jadilah generasi yang punya jiwa patriotisme, tangguh menghadapi tantangan zaman, dan bisa jadi teladan di lingkungan sekitar.

Selama dua hari pelaksanaan, santri MTs dan MA Sabilurrosyad digembleng dengan berbagai materi seru sekaligus menantang — mulai dari pembentukan karakter, latihan kepemimpinan, kerja sama tim, wawasan kebangsaan, sampai baris-berbaris yang melatih kekompakan dan kedisiplinan.

Bukan Cuma Santri, Guru Pun Ikut “Naik Kelas”

Menariknya, saat santri sibuk dengan MABNA, para guru Yayasan Pendidikan Sabilurrosyad juga tak kalah sibuk. Mereka mengikuti Workshop Persiapan Pembelajaran Tahun Ajaran Baru yang dipandu langsung oleh Direktur Pendidikan bersama Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum.

Sebagaimana dilansir dari beberapa media pendidikan pesantren seperti nu.or.id, kegiatan penyamaan visi guru menjelang tahun ajaran baru semacam ini memang lazim dilakukan pesantren-pesantren modern untuk menjaga standar mutu pembelajaran. Di Sabilurrosyad sendiri, workshop ini membahas implementasi kurikulum, penyusunan perangkat ajar, program unggulan madrasah dan pesantren, hingga arah kebijakan pendidikan setahun ke depan.

Harapannya jelas: seluruh guru punya satu visi yang sama, sehingga pembelajaran tak hanya mengejar nilai akademik, tapi juga membentuk karakter, keterampilan, dan jiwa kepemimpinan santri.

Sinergi TNI dan Pesantren, Wujud Pendidikan yang Utuh

Kombinasi MABNA dan workshop guru ini jadi bukti nyata komitmen Yayasan Pendidikan Sabilurrosyad menghadirkan pendidikan yang menyeluruh — bukan cuma di ruang kelas, tapi juga lewat pengalaman langsung yang menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kepedulian, dan semangat kebangsaan.

Dengan dukungan TNI melalui Koramil Kawali serta seluruh civitas akademika, Sabilurrosyad optimistis bisa terus mencetak generasi muslim yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Also Read

Bagikan:

Leave a Comment