SERANG, VOS Media – Bulan Safar kerap dibayangi mitos kesialan yang beredar turun-temurun di masyarakat. Padahal, dalam ajaran Islam, tidak ada satu pun bulan yang membawa nasib buruk, semuanya sama-sama diridhai Allah SWT.
Hal itu ditegaskan Ustazah Ai Judiyyah Fahmi dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Banten, Senin (20/07/2026). Ia mengatakan, anggapan Safar sebagai bulan sial sebenarnya warisan dari masa jahiliyah, jauh sebelum Islam datang meluruskannya.
“Tidak ada bulan yang membawa kesialan atau keburukan. Semuanya adalah bulan yang diridhai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujar Ai.
Ia menjelaskan, Rasulullah SAW sejak awal membantah keras kepercayaan tersebut dan mengajak umat untuk memperkuat keyakinan kepada Allah, bukan pada mitos-mitos yang tidak berdasar.
Sebagaimana dilansir RRI, alih-alih dihantui kekhawatiran, Ustazah Ai justru mendorong umat Islam mengisi bulan Safar dengan memperbanyak ibadah dan kepedulian sosial, mulai dari sedekah hingga berbagai bentuk kebaikan lain kepada sesama.
Tak hanya di bulan Safar, ia juga mengingatkan pentingnya memperbanyak istighfar di bulan apa pun sepanjang tahun Hijriah. “Semua bulan, baik dari Muharram sampai Zulhijah, keutamaannya semua punya keutamaan, yaitu perbanyak istigfar,” katanya.
Di akhir penjelasannya, Ustazah Ai berpesan agar masyarakat yang masih memercayai mitos seputar bulan Safar diberi pemahaman dengan cara yang santun. Menurutnya, edukasi keagamaan perlu disampaikan dengan pendekatan yang tidak menyinggung, agar pesannya benar-benar sampai ke hati.




