CIAMIS, VOS Media -Kepedulian terhadap lingkungan kini tidak hanya diajarkan lewat teori di dalam kelas, tetapi juga dipraktikkan langsung melalui kegiatan kreatif yang menyenangkan. Hal inilah yang ditunjukkan oleh para peserta didik Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sabilurrosyad, yang berlokasi di Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Jatinagara, Kabupaten Ciamis. Pada Rabu, 4 Februari 2026, sekolah ini menggelar kegiatan inovatif bertajuk pembuatan ecoprint dari limbah kain, sebagai bagian dari program Adiwiyata sekolah.
Memadukan Kreativitas dan Kepedulian Lingkungan
Ecoprint adalah teknik mencetak motif alami pada kain menggunakan daun, bunga, atau bahan alami lainnya. Dalam kegiatan ini, peserta didik MTs Sabilurrosyad memanfaatkan berbagai jenis daun yang tersedia di sekitar lingkungan sekolah untuk menciptakan motif unik pada kain bekas atau limbah kain. Teknik yang digunakan adalah teknik pukul, atau yang dikenal dengan istilah pounding technique, yaitu proses menempelkan daun pada kain lalu memukulnya secara perlahan hingga pigmen alami daun menempel dan membentuk pola pada permukaan kain.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari upaya sekolah dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan hidup sekaligus mengasah kreativitas siswa. Dengan memanfaatkan bahan-bahan alami dan limbah kain yang sebelumnya tidak terpakai, para siswa diajak untuk melihat potensi daur ulang menjadi sesuatu yang bernilai seni dan ekonomi.
Proses Pembuatan yang Melibatkan Seluruh Peserta Didik
Dalam pelaksanaannya, terdapat dua pihak utama yang berperan penting. Peserta didik bertindak sebagai pelaksana utama, mempraktikkan langsung proses pembuatan ecoprint mulai dari pemilihan daun, penataan motif di atas kain, hingga proses pemukulan agar warna dan bentuk daun tercetak sempurna. Sementara itu, guru pendamping berperan membimbing, mengarahkan, dan mengawasi jalannya kegiatan agar berlangsung tertib dan sesuai dengan teknik yang benar.
Suasana kegiatan tampak antusias, dengan para siswa duduk melingkar di atas kain yang telah dibentangkan, menyusun daun-daun dengan cermat sebelum memukulnya satu per satu. Hasilnya, tercipta beragam motif alami dengan gradasi warna hijau, cokelat, dan kuning keemasan yang khas dari pigmen daun.
Hasil Karya dan Manfaat Kegiatan
Kegiatan ini membuahkan sejumlah hasil positif. Pertama, peserta didik berhasil memahami teknik dasar pembuatan ecoprint yang dapat menjadi bekal keterampilan bagi mereka. Kedua, kegiatan ini menghasilkan karya-karya ecoprint yang nyata dari bahan alami, berupa kain dengan motif daun yang indah dan bernilai estetika. Ketiga, dan yang tidak kalah penting, kegiatan ini berhasil meningkatkan kreativitas siswa sekaligus menumbuhkan kepedulian mereka terhadap lingkungan hidup.





Karya-karya ecoprint yang dihasilkan pun dipamerkan dengan bangga oleh para siswa, menunjukkan hasil jerih payah mereka dalam mengubah limbah kain menjadi produk bernilai seni.
Inovasi ecoprint dari limbah kain yang digagas MTs Sabilurrosyad menjadi contoh baik bagaimana pendidikan lingkungan dapat dikemas secara kreatif dan menyenangkan. Melalui program Adiwiyata, sekolah tidak hanya mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan praktis yang dapat bermanfaat di masa depan. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam mewujudkan generasi yang peduli lingkungan.




