CIAMIS, VOS Media – Gerakan global mematikan lampu selama satu jam kembali digaungkan tahun ini. MTs Sabilurrosyad mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ambil bagian dalam Earth Hour 2026 dengan mematikan lampu dan peralatan listrik yang tidak terpakai pada Sabtu (28/03/2026), pukul 20.30 sampai 21.30 WIB.
Aksi ini bukan sekadar seremoni tahunan. Mematikan lampu satu jam saja ternyata jadi bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan sekaligus langkah sederhana untuk menekan konsumsi energi dan emisi karbon, salah satu penyumbang utama perubahan iklim yang makin terasa dampaknya belakangan ini.
Kepala MTs Sabilurrosyad mengungkapkan kepada VOS Media bahwa Earth Hour sejatinya punya makna yang lebih dalam dari sekadar mematikan lampu sesaat. Menurutnya, momen ini adalah pengingat untuk membangun kebiasaan hidup hemat energi yang berkelanjutan.
“Melalui peringatan Earth Hour, kami mengajak seluruh warga sekolah, orang tua, alumni, dan masyarakat sekitar untuk bersama-sama menunjukkan kepedulian terhadap bumi. Mari mulai dari hal sederhana, seperti mematikan lampu yang tidak diperlukan, mencabut peralatan elektronik yang tidak digunakan, dan menggunakan energi secara bijak,” ujarnya.
Selain mematikan lampu serentak, ada beberapa aksi sederhana lain yang bisa insan vos praktikkan di rumah masing-masing, di antaranya:
- Mematikan lampu di ruangan yang sedang tidak digunakan.
- Mencabut charger dan perangkat elektronik setelah selesai dipakai.
- Mengurangi penggunaan AC secara berlebihan.
- Menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga tanpa gangguan gawai.
- Mengajak tetangga dan lingkungan sekitar untuk turut berpartisipasi.
Lewat semangat kebersamaan ini, MTs Sabilurrosyad berharap Earth Hour 2026 bisa jadi pemantik bagi masyarakat luas untuk terus menerapkan gaya hidup hemat energi, demi menjaga kelestarian bumi bagi generasi yang akan datang.
“Satu Jam untuk Bumi, Selamanya untuk Kehidupan.”




