MTs Sabilurrosyad Ciamis Raih Penghargaan Raksa Prasada Tingkat Provinsi Jawa Barat, Kini Bidik Predikat Adiwiyata Nasional

Vos Media

Kepala MTs Sabilurrosyad, H. Basyuni, S.Ag., M.Pd.I., menerima Penghargaan Gubernur Bidang Lingkungan Hidup "Raksa Prasada" Tingkat Provinsi Jawa Barat, yang digelar di Gedung Sate, Bandung.

CIAMIS, VOS Media – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan MTs Sabilurrosyad yang berlokasi di Kecamatan Jatinagara, Kabupaten Ciamis. Setelah sebelumnya berhasil meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Ciamis, madrasah ini kini juga sukses mengantongi penghargaan di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Piagam penghargaan tingkat kabupaten diserahkan langsung oleh Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, dengan Nomor 000.5.9.2/Kpts.365-Huk/Tahun 2023, tertanggal Ciamis, 06 Juni 2023. Dalam piagam itu disebutkan bahwa MTs Sabilurrosyad ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata atau Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan Hidup tingkat Kabupaten Ciamis tahun 2023, dengan masa berlaku status selama empat tahun ke depan.

Tak berhenti di situ, capaian tersebut berlanjut ke jenjang yang lebih tinggi. MTs Sabilurrosyad turut diundang dalam acara Penyerahan Penghargaan Gubernur Bidang Lingkungan Hidup bertajuk Raksa Prasada, yang digelar di Gedung Sate, Bandung. Penghargaan Raksa Prasada sendiri merupakan penghargaan bergengsi yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada individu, kelompok masyarakat, maupun lembaga pendidikan yang dinilai berjasa dalam upaya pelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup.

Dalam kesempatan tersebut, penghargaan diterima langsung oleh Kepala MTs Sabilurrosyad, H. Basyuni, S.Ag., M.Pd.I., yang tampil mengenakan busana batik khas dalam prosesi penyerahan. Momen penyerahan piagam dan piala penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa upaya sekolah dalam membangun budaya peduli lingkungan telah mendapat pengakuan resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sekaligus menegaskan bahwa program Adiwiyata yang dijalankan bukan sekadar formalitas, melainkan benar-benar diimplementasikan secara konsisten.

Kepala sekolah beserta jajaran guru dan tenaga kependidikan MTs Sabilurrosyad menyambut hangat pencapaian ini. Penghargaan tersebut bukan datang secara instan, melainkan hasil dari proses panjang yang melibatkan seluruh warga madrasah, mulai dari siswa, guru, tenaga kebersihan, hingga wali murid yang turut berpartisipasi aktif dalam berbagai program pelestarian lingkungan di sekolah.

Program Adiwiyata sendiri merupakan gerakan yang digagas pemerintah untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan hidup. Secara istilah, Adiwiyata bermakna tempat yang baik dan ideal untuk memperoleh segala ilmu pengetahuan, norma, dan etika, sekaligus menjadi wahana bagi peserta didik dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Melalui program ini, sekolah tidak hanya dituntut mengajarkan teori tentang lingkungan hidup di dalam kelas, tetapi juga diwajibkan mempraktikkan langsung nilai-nilai tersebut dalam keseharian. Mulai dari pengelolaan sampah, penghijauan lingkungan sekolah, penghematan energi dan air, hingga pembentukan kader lingkungan yang aktif mengedukasi teman-teman sebayanya.

Di MTs Sabilurrosyad, berbagai inisiatif ramah lingkungan sudah menjadi bagian dari rutinitas harian siswa. Kegiatan seperti pemilahan sampah organik dan anorganik, pemanfaatan lahan sekolah untuk kebun toga dan tanaman produktif, hingga kampanye hemat energi di lingkungan kelas menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai Adiwiyata diterapkan secara konsisten. Semua ini tidak lepas dari kolaborasi antara pihak sekolah, dinas lingkungan hidup setempat, serta dukungan masyarakat sekitar Kecamatan Jatinagara.

Dengan diraihnya penghargaan di dua tingkatan sekaligus, kabupaten dan provinsi, seluruh elemen sekolah kini tengah bersiap menghadapi tantangan yang lebih besar, yakni verifikasi untuk meraih predikat Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional. Persiapan menuju verifikasi nasional ini bukan perkara mudah. Pihak sekolah harus menunjukkan konsistensi program lingkungan yang sudah berjalan, memperkuat dokumentasi kegiatan, serta memastikan seluruh aspek penilaian Adiwiyata benar-benar terintegrasi dalam kurikulum dan budaya sekolah, bukan sekadar formalitas menjelang penilaian.

Salah satu poin penting yang biasa dijadikan tolok ukur dalam penilaian Adiwiyata nasional adalah keberlanjutan program, bukan hanya capaian sesaat. Oleh karena itu, sekolah dituntut menunjukkan bahwa budaya peduli lingkungan sudah tertanam kuat dan berjalan secara alami dalam keseharian siswa, bukan sekadar persiapan menjelang penilaian semata.

Bagi masyarakat Kecamatan Jatinagara, prestasi ganda ini menjadi kebanggaan tersendiri. Tidak banyak lembaga pendidikan setingkat MTs yang mampu menembus jenjang verifikasi hingga tingkat provinsi, apalagi kini tengah bersiap menuju level nasional. Harapannya, semangat ini bisa menular ke sekolah-sekolah lain di sekitar Ciamis untuk turut serta membangun budaya cinta lingkungan sejak dini.

Ke depan, seluruh civitas MTs Sabilurrosyad berharap dapat terus mempertahankan dan mengembangkan program lingkungan yang sudah berjalan, sembari mematangkan segala persiapan menghadapi tim penilai tingkat nasional. Jika berhasil, predikat Adiwiyata Nasional akan menjadi pencapaian bersejarah, tidak hanya bagi sekolah, tetapi juga bagi dunia pendidikan di Kabupaten Ciamis secara keseluruhan.

Also Read

Bagikan:

Leave a Comment