CIAMIS, VOS Media – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kabar duka menyelimuti keluarga besar Yayasan Pendidikan Sabilurrosyad menyusul wafatnya Ibu Neni binti Atam pada Senin (24/08/2026) pukul 23.50 WIB di RS Bandung. Almarhumah merupakan ibunda dari Aliet Audiana, siswi Kelas 12 MA Sabilurrosyad, dan Abdul Aziz, siswa Kelas 7 MTs Sabilurrosyad.

Sebagai bentuk kasih sayang dan solidaritas, Direktur Pendidikan Yayasan Pendidikan Sabilurrosyad bersama beberapa guru langsung melayat ke kediaman almarhumah selepas Salat Subuh. Kehadiran mereka menjadi wujud kepedulian keluarga besar sekolah terhadap keluarga yang tengah berduka.
Ba’da Subuh, para santri bersama-sama melaksanakan salat gaib dan pembacaan Surah Yasin untuk mendoakan almarhumah. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk penghormatan terakhir sekaligus doa bersama agar almarhumah husnul khatimah.
Suasana khidmat tampak di Masjid Sabilurrosyad pagi itu. Barisan santri dengan mengenakan peci dan sarung duduk rapi membentuk saf, masing-masing khusyuk membaca Al-Qur’an dan Surah Yasin. Kabar duka turut disampaikan langsung dari mimbar masjid sesaat sebelum rangkaian acara Maulid Nabi dimulai, sehingga seluruh jamaah dapat turut mendoakan almarhumah.

Tak hanya itu, guru-guru lain beserta rekan-rekan seangkatan Aliet dan Aziz turut menyampaikan takziah pada Selasa (25/08/2026), tepatnya setelah pelaksanaan acara Maulidan di Masjid Jami’ Sabilurrosyad. Sebelum acara Maulidan dimulai, seluruh anak-anak MTs dan MA bersama-sama membacakan Yasin dan tahlil yang turut dikhususkan untuk almarhumah. Momen ini sekaligus menjadi bukti bahwa kebersamaan di lingkungan Sabilurrosyad tidak hanya hadir dalam suka, tetapi juga dalam duka.
Kehadiran seluruh civitas Sabilurrosyad bukan sekadar menyampaikan belasungkawa, melainkan juga bentuk dukungan dan penguatan bagi keluarga yang ditinggalkan. Di tengah kehilangan yang mendalam, doa dipanjatkan agar keluarga almarhumah senantiasa diberikan kesabaran, keikhlasan, dan ketabahan.
Suasana haru begitu terasa di kediaman almarhumah. Para pentakziah, mulai dari guru hingga santriwan-santriwati Sabilurrosyad, duduk bersila memenuhi ruang tamu sembari melantunkan doa dan zikir untuk almarhumah. Sejumlah kerabat perempuan yang mengenakan busana serba hitam tampak duduk berdampingan menahan duka, sementara para guru laki-laki yang mengenakan peci turut khusyuk mendoakan.

Tak hanya dari kalangan guru, rombongan santriwati juga memadati ruangan untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga besar Aliet dan Abdul Aziz. Kebersamaan yang terjalin dalam suasana duka ini semakin mempertegas eratnya ikatan kekeluargaan di lingkungan Sabilurrosyad, di mana kehilangan salah satu anggota keluarga besar turut dirasakan bersama.
Insan vos, mari sejenak menundukkan kepala dan mendoakan yang terbaik untuk almarhumah. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuni segala dosa dan kekhilafannya, menerima seluruh amal ibadahnya, serta melapangkan dan menerangi alam kuburnya.
Semoga pula Aliet, Aziz, dan seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan untuk melalui masa duka ini, senantiasa berada dalam limpahan rahmat dan pertolongan Allah SWT.
Allahummaghfir laha warhamha wa ‘aafiha wa’fu ‘anha. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin.




